News

Launching Kebun Raya Sriwijaya Sumatera Selatan

 

 

 

 

Desa Bakung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, Kebun Raya Sriwijaya Sumatera Selatan telah dilaunching pada hari Jum’at Tanggal  27 Juli 2018  oleh Gubernur Sumatera Selatan.  Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB s.d selesai dan dihadiri oleh Bupati/Walikota se-Sumatera Selatan, Kepala LIPI, Kepala PKT KR Bogor, Forum Komunikasi Daerah, OPD Provinsi, OPD Balitbangda dan DLHP Kab/Kota.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain; penanaman secara simbolis tanaman buah-buahan, penebaran benih ikan, pameran inovasi, penandatanganan prasasti pernyataan launching Kebun Raya Sriwijaya, pemberian plakat dan piagam bagi yang telah berpartisipasi terhadap pembangunan Kebun Raya Sriwijaya baik pembangunan inprastruktur maupun penanaman.

Dengan dilaunchingnya Kebun Raya Sriwijaya, bukan berarti seluruh fungsi dari Kebun Raya Sriwijaya ini berjalan sebagai mana mestinya sebagaimana yang telah berjalan di Kebun Raya yang sudah ada, seperti Kebun Raya Bogor yang sudah berusia 201 tahun. Namun ini semua adalah proses yang harus dilalui dengan diawali Launching, sebagai pemberitahuan kepada khalayak dan pernyataan tekad untuk menjaga dan mengembangkan Kebun Raya Sriwijaya menjadi yang terbaik dan membanggakan masyarakat Sumatera Selatan.

Disisi lain, berbeda dengan pembangunan Kebun Raya lainnya salah satu alasan terpenting dibangunnya Kebun Raya Sriwijaya adalah sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kembali kebakaran hutan dan lahan  yang pada tahun 2015 yang lalu.  Kebun raya Sriwijaya merupakan lahan gambut yang rawan terjadi kebakaran di musim kemarau. Alhamdulillah pada lokasi yang telah dilakukan konservasi/penanaman hasilnya sangat menggembirakan, dan melihat luas tanam yang telah berhasil dan akan dilakukan dengan jumlah luasan lebih dari 70 Ha,  keberhasilan pengelolaan lahan gambut di Kebun Raya Sriwijaya ini bisa dijadikan contoh keberhasilan Sumatera Selatan dalam  hal restorasi lahan gambut selain yang sudah kita lakukan di Sepucuk Kabupaten Ogan Komering Ilir seluas 20 Ha.

Beberapa pihak yang telah berpartisipasi dalam upaya menjalankan fungsi konservasi berupa penanaman, yaitu perusahaan yang tergabung dalam SKK MIGAS antara lain Conoco Philips, JOB Talisman Jambi Merang, PT. Seleraya Merangin II dan PT. Medco E & P Indonesia,  yang telah mengalihkan kewajiban rehabilitasi DAS nya Ke Kebun Raya Sriwijaya,  juga pemerintah Kabupaten/Kota yang telah menyumbangkan bibit tanaman buah dan benih ikan.

Ada juga pihak-pihak yang telah merealisasikan MOU yang ditandatangani  3 (tiga) tahun  yang lalu, tepatnya tanggal 18 Februari 2015 dengan  membangun infrastruktur, antara lain dari PT. Bukit Asam, PT. Bank Sumsel Babel, dan Pemkab Ogan Ilir.

LIPI dan Pusat Konservasi Tumbuhan LIPI Bogor, yang telah berperan penting dengan memberikan bimbingan, pembinaan dan pelatihan substansi perkebunrayaan serta mengirimkan personilnya secara bergantian sejak tahun 2013  sampai saat ini.

Harapan kedepan kiranya seluruh fungsinya berjalan dengan baik dan tentu saja akan menambah destinasi  Wisata  di Sumatera Selatan. Selain itu yang terpenting keberadaan Kebun Raya ini akan melestrarikan tidak saja tanaman langka spesifik  lahan basah dan khas Sumatera Selatan serta tumbuhan yang berfungsi obat, namun juga menyumbang upaya pelestarian lingkungan dengan penyerapan emisi gas rumah kaca. (Ir. Lukitariati, M.Si, dan Zulkarnaen, SP., MM)

Login

Lost your password?
Loading...