News

Partisipasi GAPKI dalam Pembangunan Kebun Raya Sumatera Selatan

Informasi :

Palembang – Pada Hari Kamis tanggal 27 Februari 2014 perihal Mohon Partisipasi Pembangunan Kebun Raya Sumatera Selatan, bertempat diruang rapat Balitbangnovda Provinsi Sumatera Selatan. Acara ini dihadiri oleh Pengurus GAPKI dan Balitbangnovda Provinsi sumsel, diantaranya Rusdan Zaini Lubis (Ketua GAPKI), Harry Hartanto (Sekretaris GAPKI), Zaghlul Darwis (Ketua Bidang Teknologi Pengembangan dan Lingkungan Hidup GAPKI), Kepala Balitbangnovda Prov. Sumatera Selatan, Sekretaris Balitbangnovda Prov. Sumatera Selatan, Kepala Bidang Sumber Daya Utama (SDU) Balitbangnovda Prov. Sumatera Selatan, Kepala bidang Inovasi Balitbangnovda Prov. Sumatera Selatan, kasubbid Lingkup Pertanian SDU, Kasubbid Pertambangan dan Energi bidang SDU, Kasubbid Inkubator Teknologi Bidang Inovasi dan staf Bidang SDU.

Dalam Paparan Pembangunan Kebun Raya yang disampaikan Kepala Bidang SDU Balitbangnovda Sumatera Selatan menjelaskan mengenai latar belakang pembangunan kebun raya, pengembangan kebun raya sebagai pusat konservasi tumbuhan dobat-obatan dan tanaman basah,arah pengembangan kebun raya, lokasi kondisi eksisting kawasan perencanaan, konsep mster plan, filosofi desain kebun raya dan masterplan kebun raya yang dirinci dalam 13 legenda beserta rinciannya.

Pada Sesi Diskusi dan Tanya jawab yang dipimbpin oleh Kepala Balitbangnovda Prov. Sumatera Selatan :

  1. Menurut Sekretaris GAPKI rencananya GAPKI akan menanam bibit kelapa sawit asli (awal) sebagai pengganti kelapa sawit yang berasal dari bibit asli yang ada di Kebun Raya Bogor, perusahaan kelapa sawit yang memiliki lembaga riset: Sampurna, Sinar Mas, dan Wlmar; Laboratorium riset pembibitan kelapa sawit berada di km 10 Palembang; apakah GAPKI bias berpatisipasi pada kebun raya ini karena temanya koleksi tanaman obat.
  2. Kepala Balitbangnovda menyampaikan bahwa perusahaan perkebunan yang tergabung dalam GAPKI dapat mengambil peran dalam pembangunan kebun raya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Untuk rencana GAPKI menanam bibit kelapa sawit asli dapat diarahkan ditematik tumbuhan Palem Lahan Basah tapi untuk tematik tanaman lainpun dipersilahkan.

 

  1. Ketua GAPKi sangat mendukung kebun raya Sumatera Selatan, karena kebun raya bias dijadikan wahana untuk melestarikan tanaman asli daerah agar jangan sampai punah. Menurut Ketua GAPKI, kebun raya bisa menghapus anggapan bahwa perkebunan kelapa sawit menghilangkan tanaman asli daerah. Peran GAPKI dalam kebun raya Sumatera Selatan bisa berpatisipasi dengan mengkoordinir perusahaan yang tergabung dalam GAPKI. GAPKI membutuhkan kebunraya sebagai sarana edukasi dan riset untuk menjawab kampanye negatif mengenai perkebunan kelapa sawit. Untuk menindak lanjuti rapat ini, Ketua GAPKI akan membuat surat edaran ke seluruh anggota GAPKI untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan ray Sumatera Selatan.
  2. Ketua Bidang Teknologi Pengembangan dan Lingkungan Hidup GAPKI mempertanyakan agar wilayah kebun raya tidak termasuk dalam lahan sengketa antara kabupaten Muara Enim, OKI dan OI serta apakah memungkinkah anggota GAPKI hanya mengambil bagian kecil dari zona/legenda kebun raya Sumsel. Hal ini langsung dijawab oleh Kabid SDU bahwa: lahan kebun raya sudah jelas legal formalnya dan tidak masuk dalam pembangunan kebun raya sesuai kemampuan. GAPKI bisa berpatisipasi di zona tematik Palem Lahan Basah lainnya.

 

Pada Bagian akhirnya diskusi Kepala Balitbangnovda Sumsel menyimpulkan:

(1)  GAPKI sangat mendukung pembangunan kebun raya Sumatera Selatan yang ditindaklanjuti dengan segera mengirim surat edaran ke seluruh anggota GAPKI untuk berpartisipasi dalam pembangunan tersebut.

(2)  Balitbangnovda Sumatera Selatan mengirim surat undangan ke Suluruh perusahaan kelapa sawit baik masuk dalam anggota GAPKI atau perusahaan yang belum menjadi anggota GAPKI yang berjumlah kurang lebih 150 perusahaan untuk mengikuti pertemuan mengenai partisipasi perusahaan kelapa sawit dalam pembangunan kebun raya  Sumatera Selatan.Pertemuan direncanakan dan dilaksanakan pada bulan maret 2014 bertempat di Kantor Gubernur Sumatera Selatan. Pada pertemuan ini diharapkan,perusahaan kelapa sawit yang menjadi peserta rapat sudah mempunyai gambaran mengenai bentuk partisipasi yang akan diberikan.

 

 

 

Login

Lost your password?
Loading...